Ngantuk di Acara (Presiden)

Yth. Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,

Sehubungan dengan judul postingan sebagaimana tersebut di atas dan dengan semakin seringnya Bapak menegur peserta rapat (acara) yang sedang tertidur, dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Menurut catatan kami, Bapak emang rada hobi negur peserta rapat atau pertemuan yang tidur. Bapak menegur peserta acara yang tertidur di acara pidato tentang kepemimpinan di Gedung Lemhanas pada 8 April 2008. Waktu itu Bapak bilang, “Itu coba bangunkan yang tidur. Kalau tidur di luar saja!” Bapak lebih lanjut mendramatisasi dengan, “Bagaimana pemimpin dapat memimpin rakyat kalau tidur! Malu dengan rakyat yang memilih. Untuk mendengarkan pembicaraan untuk rakyat saja tidur! Jangan main-main dengan tangung jawab. Berdosa, bersalah dengan rakyat,” dan “Peserta yang tertidur jangan diluluskan.” Tapi di acara Hari Anak Nasional 2012, perilaku Bapak dengan menegur, kali ini, anak-anak, “Tolong, anak-anak yang tertidur dibangunkan, ada satu atau dua anak yang saya lihat tertidur,” menurut saya sudah berlebihan dan tidak perlu.
  2. Sebagai sudut pandang dari pihak yang sering tertidur pas rapat/pertemuan/kuliah, mohon Bapak menyempatkan diri membaca tulisannya Romo Frans Magnis Suseno di kompas yang berjudul Ngantuk! Beliau menjelaskan, dengan renyah dan lucu, pengalaman beliau yang gampang tertidur pas pertemuan. Recommended, Gan.šŸ™‚
  3. Sama seperti Romo Magnis, ketika saya berada pada posisi dosen atau pengajar (kecuali pas ngajar secara private), saya cenderung membiarkan mahasiswa yang tertidur pas kuliah. Alasan saya: mereka tidak mengganggu siapa pun (sepanjang tidak ngorok), tentunya.
  4. Mengingat pengalaman saya ngajar anak TPA, keberhasilan Bapak untuk menidurkan anak-anak hanya dalam waktu 5 menit pidato itu sungguh luar biasa, Pak! Biasanya kalo saya sedang berbicara di depan anak TPA, mereka sibuk bermain sendiri, lari-lari, berantem, atau pun tereak-tereak. Saya ingat betul tidak ada satu pun yang anak TPA didikan saya yang tertidur pas saya ngajar.
  5. Dalam urusan domestik pun, menidurkan anak-anak butuh keahlian luar biasa lho, Pak. Sebagai sesama laki-laki, Bapak pasti paham bahwa menidurkan anak-anak itu butuh perjuangan ekstra-keras. Bibir saya sampai jontor bacain dongeng untuk anak pertama saya yang berumur 5 tahun, namun bukan anak saya yang tertidur justru saya yang terlelap duluan. Anak kedua saya yang berusia 6 bulan lebih repot lagi, sudah digendong, dinyanyiin lagu, digoyang-goyangin, anak saya tetep saja gak mau tertidur sebelum netek ASI, sama ibunya tentu, bukan sama saya.
  6. Walhasil, mengingat track-record Bapak yang selalu sukses membikin tidur para peserta rapat dengan berbagai rentang usia, sebaiknya Bapak berkenan membagikan kemampuan khusus Bapak tersebut ke para ayah lainnya di Indonesia.

Demikian kami sampaikan dan atas perhatian Bapak kami mengucapkan terima kasih.

Hormat kami,

MAMAN FIRMANSYAH
Rakyat,

Tentang Maman Firmansyah

Seorang pegawai yang gak jelas kerjaannya, selain apa yang disuruh atasan. Suami dari seorang istri dan ayah dari dua orang anak.
Pos ini dipublikasikan di Itulah Indonesia, Review, Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s