Penyakit Kanker Pemimpin Amerika Latin Dibikin sama CIA?

Foto milik CBC. Beberapa pemimpin Amerika Latin, yang beraliran kiri-tengah, yang didiagnosis dengan penyakit kanker, searah jarum jam: Presiden Venezuela – Hugo Chavez, Presiden Paraguay – Fernando Lugo, mantan presiden Brazili – Luiz Inacio Lula da Silva, dan presiden Argentina – Cristina Fernandez (belakangan diketahui salah didiagnosis), dan presiden Brazili sekarang – Dilma Rousseff.

Mr Chavez said this was “very strange” but stressed that he was thinking aloud rather than making “rash accusations”. But he said the instances of cancer among Latin American leaders were “difficult to explain using the law of probabilities”. “Would it be strange if they had developed the technology to induce cancer and nobody knew about it?” Mr Chavez asked in a televised speech to soldiers at an army base. ~ BBC News

“Mungkin gak sih kalo para pemimpin Amerika Latin itu emang ‘dibikin sakit’ sama CIA?”

Buat para penggemar teori konspirasi, saran saya, tetap lah berharap…🙂  Lagian, apa sih yang gak mungkin di dunia yang serba edan inih? Nazaruddin akhirnya bisa ketangkep, kumpulan cewek-cowok kemayu lipsync aja bisa laku,renovasi ruangan 100 m seharga Rp20 miliar aja bisa, apa lagi kalo yang melibatkan CIA kan? Mungkin perlu dipastikan juga proporsi agen CIA ini seperti apa, jangan-jangan 95% agen CIA ini kaum Yahudi, udah lengkap deh teori konspirasinya.

“Seriously Gan, ini loh daftarnya: Chavez kena kanker pelvix sarcoma, Dilma Roussef kena kanker limfoma, Lula kena kanker tenggorokan, Fernando Lugo kena kanker limfoma, dan terakhir, meski salah diagnosis, Christina Fernandez kena kanker tiroid. Dengan mengecualikan Christina Fernandez saja, ada 4 (empat) orang pemimpin Amerika Latin yang kena kanker. Kalo dibandingkan dengan jumlah negara Amerika Latin sebanyak 20 negara, persentasenya udah 20% toh? Bukannya udah ketinggian tuh persentase probabilitasnya?”

Yup, itu juga emang poinnya pernyataan Hugo Chavez. Still, permasalahannya emang: seberapa banyak sih kemungkinan kena kanker? Kalo berdasarkan data US National Cancer Institute’s Surveillance Epidemiology and End Results (SEER) Database di sini, kemungkinan kena kanker  itu 44,85% buat laki-laki dan 38,08% buat perempuan. Jadi, kalo berdasarkan data ini, angka 20% pemimpin Amerika Latin itu yang kena kanker sebenernya sangat mungkin. Artikel di sini bahkan menganalisis kalo angka 20% ini merupakan salah satu contoh kesalahan logika cherry picking,

Cherry picking, suppressing evidence, or the fallacy of incomplete evidence is the act of pointing to individual cases or data that seem to confirm a particular position, while ignoring a significant portion of related cases or data that may contradict that position. It is a kind of fallacy of selective attention, the most common example of which is the confirmation bias. Cherry picking may be committed unintentionally.

“Sebentar dulu, cherry picking ataupun bukan, data kemungkinan seseorang kena kanker itu kan dari Amerika Serikat, sangat mungkin berbeda dengan kondisi di Amerika Latin kan? Lagipula, siapa tau ada agen CIA di US National Cancer apa lah itu yang ngotak-ngatik datanya?”

Anda benar, di dunia ini secara praktis bisa ‘dicari’ data statistik yang ‘sesuai’ dengan keinginan koq, makanya Benjamin Disraeli bilang, “lies, damned lies, and statistics”. Sebagai perbandingan, Tim Harford, dalam program radio BBC More or Less yang ini, nanyain Dr Eduardo Cazap dari Argentina, presiden dari Union of International Cancer Control, yang bilang bahwa: one important concept that cancer is a very frequent disease. In a given moment, close to 1% of the population has the disease…”

“Tuh kan, apa gue bilang, cuma 1% kan jauh banget sama 20%??!!”

Bentar dulu, lebih lanjut Dr Eduardo Cazap bilang kalo kemungkinan kena kanker itu pun sangat bergantung sama usia. Seseorang dengan usia 50 – 80 tahun, seperti halnya para presiden Amerika Latin itu, punya kemungkinan yang lebih tinggi pula buat kena kanker. Lagipula, angka statistik yang 1% itu juga gak memperhitungkan berapa lama seseorang itu kena kanker. Jadi, dengan memperhitungkan rentang usia dan lamanya para pemimpin Amerika Latin itu mengidap kanker, angka 1 dari 5 kena kanker itu bukan hal yang menyimpang dari rata-rata statistik.”

“Jadi gimana nih kesimpulannya?”

Lain kali, presiden Hugo Chavez sebaiknya gak usah bawa-bawa ‘the law of probabilities’ dalam tuduhannya. Mendingan langsung ajah, jebret-jebret tuduh!. Kalo bawa-bawa statistik segala, pasti bakal ada yang bisa bantah…🙂

“Pertanyaan terakhir, kira-kira CIA bakal ngasihin penyakit kanker ini lagi gak ke presiden Iran, Ahmadinedjad ?

Upsss…, kalo menurut saya sih bibit kanker itu udah dikirim sama Amerika melalui gerai-gerai McD, KFC, Burger King, dll. ke seluruh dunia . Cuma logikanya, kalo mau bunuh pemimpin negara lain, seharusnya CIA punya cara yang jauh lebih efisien dari menginjeksi kanker. Setidaknya, kalau teori konspiasi ini bener, percobaan mereka ke pemimpin Amerika Latin sepertinya gagal… Mereka musti cari cara lain…

Tentang Maman Firmansyah

Seorang pegawai yang gak jelas kerjaannya, selain apa yang disuruh atasan. Suami dari seorang istri dan ayah dari dua orang anak.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s