Pa, Boleh Nonton Spongebob Gak?

“Pa, aku boleh nonton Spongebob gak?”

“Emh, Spongebob eh? Boleh saja, sih, cuma… gini loh Teh, kalo ngikutin logika orang gede kayak Papa, idealnya setiap detik waktumu itu dihabiskan dengan kegiatan yang bermanfaat, demi masa depanmu sendiri.”

“Yang nentuin bermanfaat nggaknya itu siapa, Pa?”

“Ya biasanya orang dewasa, kayak Papa.”

“Oh, jadi yang bermanfaat buat masa depan itu kayak apa?”

“Euu.. kalo kata orang2 sih ya yang bagus2, kursus baca, kursus balet, belajar melukis…”

“It looks so boring to me, Pa.”

“Yeah, I also think so, my dear.”

“Emang sudah pernah ada riset yang bilang kalo ikutan kursus begituan bakal bagus buat masa depanku, Pa? And anyway, what’s wrong with Spongebob, Pa?”

“Nothing wrong with Spongebob, actually. And for your questions, kalo kata Bryan Caplan di bukunya, Selfish Reasons to Have More Kids, no, everything you’ve done in your precious little time has nothing to do with your future life.”

“Jadi, om Caplan ngebolehin anaknya nonton Spongebob?”

“Emh, I’m not sure with Spongebob but he enthusiasticly allow Simpson.”

“Emang kalo nonton TV itu gak bagus ya, Pa?”

“Selama gak berlebihan gak apa-apa, Nak. Apapun yang berlebihan itu selalu gak bagus!”

“Tapi ada temenku yg gak boleh nonton TV sama mamanya, katanya nonton TV itu gak bagus buat anak2?”

“Mungkin buat temenmu itu memang gak bagus, kalo buat Teteh sih menurut Papa biasa aja.”

“Kalo ternyata nonton TV itu berpengaruh buruk sama anak-anak kayak aku gimana, Pa?”

“I’ll take my chance, Nak! Look, kalo Papa ngelarang kamu nonton Spongebob, maka:

1. You’ll be unhappy, then

2. Papa juga unhappy karena kehilangan my ‘me time’ karena dg nonton TV kamu akan sibuk dengan your ‘electronic baby sitter.’ :’)
3. Papa musti sediain sumber daya yang lain: waktu Papa, uang buat ikut kursus macem2, plus kamu sendiri belum tenth bahagia dengan semua kegiatan tadi.”

“Jadi, boleh nonton Spongebob ini win-win solution buat kita semua?”

“Semacam itu lah. You’re happy, I am happy, and your future life, ah, worry not today, it’ll come sooner than you and I think. Jadi, dari segi cost and benefit ngelarang nonton Spongebob itu lebih banyak cost-nya dari benefitnya.”

“Jadi, spongebob boleh, tapi kalo aku minta kursus renang boleh, gak?”

“Kalo kamu seneng, boleh2 saja. Setidaknya, meski kita masih belum tahu manfaatnya nanti, yang penting kamu seneng ngelaksanainnya.”

“Jadi yang penting I am happy with it?”

“Yeah, apa lagi yang lebih penting? Kids should have fun, enjoy your happy kid life. So do we as parents. Parenting should also fun. And, don’t worry be happy!”

p.s. Buat Athifa, Selamat Hari Anak, 23 Juli 2011. We wish you a happy and fun kids life.

Tentang Maman Firmansyah

Seorang pegawai yang gak jelas kerjaannya, selain apa yang disuruh atasan. Suami dari seorang istri dan ayah dari dua orang anak.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke Pa, Boleh Nonton Spongebob Gak?

  1. Ini beneran dialognya kaya gitu? Ga di mark up kan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s