Warning: Sotoy Detected!

Warning: Sotoy Detected!

Soal pengenalan diri akan tahu dan tidak tahu, Al-Khalil bin Ahmad pernah berkata, “Manusia itu ada empat:

  1. Pertama, yang tahu dan tahu bahwa ia tahu. Ia adalah alim, maka ikutilah.
  2. Kedua, yang tahu tetapi tidak tahu bahwa ia tahu. Ia adalah orang yang tertidur, maka bangunkanlah.
  3. Ketiga, yang tidak tahu dan tahu bahwa ia tidak tahu. Ia adalah orang yang mencari bimbingan, maka ajarilah.
  4. Keempat, yang tidak tahu tetapi tidak tahu bahwa ia tidak tahu. Ia adalah orang bodoh, maka waspadailah”.

Di era google dan keterbukaan informasi internet kayak zaman sekarang, masalah ini jadi lebih kompleks lagi. Di postingan yang ini, Is Google Making Me Stoopid?, saya pernah cerita tentang analisisnya Nicholas Carr, yang intinya: internet secara keseluruhan jadi bikin orang susah berkonsentrasi mencerna informasi yang panjang dan berat, cenderung ke informasi ringan yang pendek.

And that’s before I knew twitter, and actively monitored my fellas in facebook…

Di era twitter, ada kecenderungan tweeps yang: follow detik.com/kompas.com,dll ~>> baca judul berita tanpa baca berita yang sesungguhnya (yang biasanya pun sangat pendek, maksimal 5 paragraf) ~>> lantas mengomentari berita ybs, tanpa riset lanjutan, tanpa menunggu konfirmasi lain.

Kecenderungan yang sama juga ada di facebook: share link ~>> terus mengomentari pendek, sering dengan tanpa riset lanjutan. Nah, kecenderungan yang begini inih yang saya bingung masukinnya kemana: tahu bahwa ia tahu (nggak juga, orang cuma baca sepintas), tidak tahu bahwa ia tidak tahu (nggak juga, emang bener koq dia udah baca).

Temen saya yang pinter ini, menjuluki fenomena ini sebagai fenomena pemahaman kulit ayam: tipis, enak, tapi banyak kolesterol. Dan fenomena ini terjadi sepanjang waktu, dengan ‘korban’ isu yang tidak terhitung: dari mulai kisruh century, pengenaan bea masuk oleh-oleh, pajak impor film asing… to name a few of it.

Dan survey pun ternyata telah membuktikan: the less you know, the more you think you know, dikenal dengan sebutan Dunning-Kruger effect. Dalam report-nya, “Unskilled and Unaware of It: How Difficulties in Recognizing One’s Own Incompetence Lead to Inflated Self-Assessments,” David Dunning dan Justin Kruger ngetes partisipan dalam uji logika, kemampuan bahasa dan humor, lantas partisipan juga diminta untuk mengestimasi kemampuan mereka dalam masing-masing subyek.

Hasilnya: partisipan yang ada di quartile (25%) terbawah, grossly overestimated kemampuan mereka. Artinya, orang-orang dengan hasil tes yang rendah menyangka bahwa mereka lebih mampu daripada kemampuan mereka yang sesungguhnya. Sebagai perbandingan, partisipan dengan urutan 12% terbawah, mengaku bahwa kemampuan mereka berada pada urutan 62%. Orang-orang dengan tipe ini disebut illusory superiority, menilai kemampuan diri sendiri lebih tinggi dari rata-rata, jauh lebih tinggi dari kemampuan yang sebenarnya.

Kebalikannya, orang-orang dengan kemampuan di atas rata-rata sering underrate kemampuan mereka sendiri, disebut sebagai illusory inferiority. Penyebabnya karena orang dengan kemampuan di atas rata – rata salah menilai orang lain: mereka menganggap bahwa orang lain juga punya pemahaman yang sama kayak mereka.

Kesimpulannya dari Kruger-Dunning adalah, “The miscalibration of the incompetent stems from an error about the self, whereas the miscalibration of the highly competent stems from an error about others”.

Meski kesesuaian Dunning – Kruger effect ini di budaya Indonesia (yang katanya handap asor, tidak menonjolkan diri, duduk di belakang pas kuliah, malu bertanya), atau asia secara keseluruhan, masih perlu diperdebatkan (hey, a Ph.D topic for those who pursue psychologist), atau pun bahwa Dunning – Kruger effect ini tidak menilai kemampuan intelijensia sesorang, bagi saya fenomena ini perlu saya waspadai mengingat:  logika lanjutan dari Dunning-Kruger effect adalah: orang yang tidak tahu, atau tahu sedikit di permukaan, sering mengambil kesimpulan yang salah atau membuat kesalahan dalam membuat keputusan. Tambahkan social media dalam kesalahan pengambilan keputusan atau kesimpulan yang salah tadi, dan pemahaman itu pun menjalar ke mana-mana, getok tular.

Lantas, dengan pemahaman atas Dunning – Kruger effect ini apakah lantas bikin saya gak layak status update di facebook, berkicau di twitter, ataupun ngeblog di wordpress? Emh, mungkin saja sih, cuma saya berusaha ‘mengurangi kadar kesesatan saya akan ketidaktahuan saya’, dengan cara: jangan pernah baca cuma dari satu sumber, pastikan untuk selalu verifikasi dan cross-check.

Sebagai upaya update informasi, untuk hal yang ringan, saya berlangganan Kompas yang cetak dan ngikutin detiknews.com, detikfinance.com, sama detikinet.com. Selain itu, saya juga ngikutin 105 blog sama website di Google Reader list saya. Ketika saya tertarik akan satu isu, saya akan google atas informasi itu minimal di 10 result yang nangkring paling atas.

Di setiap postingan di wordpress pun saya berusaha ngasi link langsung ke sumbernya, kalo memungkinkan.Kalo emang belum yakin atas isu tertentu, seperti pada kasus pajak film impor, saya akan tetap menunggu saya isu itu bener-bener terurai dan saya sudah relatif paham.

Still, tentu tidak menutup kemungkinan saya pasti bikin kesalahan, suatu saat, atau bahkan sekarang.

Makanya, sebagai upaya pembenaran dari saya atas: saya pengen tetep ngeblog tapi nggak mau bikin orang laen yang baca ikut-ikutan salah ketika saya bikin kesalahan pas nulis, selain kategori I-(don’t)-think-the-whole-universe-should-know, saya pun bikin kategori disclaimer baru: “Warning: Sotoy Detected!” Yang intinya, silakan baca, bener nggaknya wallahu a’lam, silakan dicerna dan dicross-check sendiri.

Wallahu a’lam.

Tentang Maman Firmansyah

Seorang pegawai yang gak jelas kerjaannya, selain apa yang disuruh atasan. Suami dari seorang istri dan ayah dari dua orang anak.
Pos ini dipublikasikan di Inspired By. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s