Nilai Itu Gak Penting!

Musim ujian pun tiba. Bagi saya, ini adalah periode final examination saya yang terakhir, mudah-mudahan, kalo lulus semua. Teman-teman mahasiswa menyambut datangnya musim ujian ini dengan reaksi yang beragam. Studi cross-sectional atas status facebook teman-teman saya menyiratkan setidaknya ada teman-teman yang teramat serius menghadapi ujian (belajar di library, bahkan sampe berniat nginep segala; ngamuk-ngamuk, di status facebook, karena ada rekan di ruang belajar bersama yang berisik, dan mengganggu konsentrasi belajar; atau bahkan menghilang dari dunia per-facebook-an demi berkonsentrasi menghadapi ujian), biasa aja menghadapi ujian (masih bingung memilih antara belajar atau tidur, belajar atau nonton DVD, belajar atau nonton TV; kurang konsentrasi menghadapi ujian karena juga masih berkonstrasi berburu AUD$; masih bisa belajar sambil ngasuh anak; dan juga masih sempet posting tulisan di blog, like myself), dan ada juga yang gak ngerasain ada bedanya antara musim ujian atau pun bukan (biasanya temen-temen yang kuliahnya gak pake sitting exam, jadi cuma ngumpulin assignment doang, berasa sibuknya cuma H-3 sebelum due date; atau juga mahasiswa Ph.D). Permasalahannya, seberapa penting sih sebenarnya ujian itu? Atau lebih filosofisnya lagi, seberapa penting sih sebenarnya nilai yang kita peroleh semasa kuliah?

Mike Slackenery (2004) berargumen bahwa segala hal di dunia kuliah itu bersifat binary. Anda diterima kuliah di universitas harapan (1) atau ditolak (0), Anda lulus subject tertentu (1) atau tidak lulus (0), Anda selesai bikin tesis (1) atau tesisnya gak selesai (0). Gak akan ada yang peduli sama IP/GPA. Anda gak musti ‘Good’, melainkan, Anda hanya perlu ‘Good Enough’.

Lebih lanjut, artikel yang ini juga menyatakan bahwa nilai yang diperoleh semasa kuliah ‘have no effect’ pada masa depan student. Jerry Yang, trilyuner dan pendiri Yahoo! Inc., menyatakan bahwa, “grades don’t count,” “I got mostly B’s in grad, which at Stanford was really, really bad.” Dinyatakan pula bahwa sebenarnya baik pemberi kerja atau pun orang tua student gak peduli apakah Anda dapet nilai Distinction atau Credit di subject Portfolio Theory and Management. Akhirnya disimpulkan kalo nilai itu hanya, “feed the ego of the smart students, and break the spirit of the mediocre ones.”

Wah, gak sia-sia ternyata saya belum sempet belajar selama minggu pertama Swot Vac ini.

Notes:
* As, some of, you might have already realised, this post is a prank. In fact, this post was fully plagiarized from phdcomics.com post on 21/06/2004 and 23/06/2004. And, unfortunately, Jorge Cham has no intention not to joke this time. Needless to say, I, desperately, hope that ‘grades doesn’t matter’. A wish from a ‘credit student’ who will face ‘the real world’ in less than 42 days.

Tentang Maman Firmansyah

Seorang pegawai yang gak jelas kerjaannya, selain apa yang disuruh atasan. Suami dari seorang istri dan ayah dari dua orang anak.
Pos ini dipublikasikan di Campus Life, Inspired By, On Finance, Pribadi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s