Turut Berduka atas Jebolnya Situ Gintung

Awalnya pas jam 5 sore kemaren di sms adik saya yang tinggal di Majalengka, isinya:

A maman kata teteh situ gintung itu deket enggak sama rumah a maman yang di tanggerang. soalnya bendungan situ gintungnya jebol 59 orang tewas

Situ Gintung sendiri lokasinya gak terlalu dekat, dan juga gak terlalu jauh, dari tempat tinggal saya, sekitar 30 menit perjalanan naik motor. Setelah memastikan bahwa musibah itu jauh dari rumah keluarga mertua, saya pun lantas berniat nyari informasinya di detik.com. Ternyata parah…

Korban tewas sampe 65 orang, 72 orang hilang, belum terhitung puluhan rumah yang rusak. Kalo diitung-itung, Indonesia emang udah bisa dibilang ‘kenyang’ sama bencana. Dari mulai gempa, banjir, kebakaran, longsor, kayaknya udah jadi berita sehari-hari. Efeknya, saya dan mungkin juga banyak orang lainnya yang mulai ‘kebal’ dan tidak lagi menunjukkan empati pas ada berita bencana, saking biasanya… Korban tewas, korban hilang, rumah rusak jadi hanya statistik belaka… Ya Allah, ampunilah hamba-Mu ini… Kalo dibandingkan dengan di Aussie sini, yang memang jarang diguncang bencana, saya jadi malu, benar-benar malu.. Coba liat antuasias media dan warga Australia secara keseluruhan ketika Victoria diguncang bencana kebakaran hutan yang meminta korban 200-an orang. Sangat berbeda..

Permasalah selanjutnya, layakkah peristiwa jebolnya tanggul ini disebut musibah/bencana, seperti yang diproposisikan oleh Rano Karno? Atau juga berupa komentarnya gak perlunya Ginandjar  Kartasasmita yang mengaitkan bencana kayak gini dengan pemilu? Gimme a break…

Beritanya detik.com yang ini menunjukkan setidaknya kelalaian pemerintah punya andil dalam bencana ini. Jikalau berita ini mengandung sedikit saja kebenaran, biar lah mereka yang mengaku pejabat yang bertanggung jawab di hadapan Allah kelak… Blog Dongeng Geologi malah punya analisis yang lebih seru dan menarik lagi di postingannya yang ini.

Video jebolnya situ gintung bisa diliat di youtube.

Turut berduka cita, semoga arwah para korban diterima di sisi-Nya… Amin.

Tentang Maman Firmansyah

Seorang pegawai yang gak jelas kerjaannya, selain apa yang disuruh atasan. Suami dari seorang istri dan ayah dari dua orang anak.
Pos ini dipublikasikan di Itulah Indonesia. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s