Heatwave-nya Adelaide yang Minta Ampun

Adalah sangat masuk akal kalo seseorang yang lagi berkunjung sementara ke suatu kota pengen ikut serta dalam pencatatan sejarah, atau rekor, atau apa pun yang unik dan terkait dengan kota yang bersangkutan. Akan tetapi, rasanya saya, kalo bisa sih, gak pengen ikut serta dalam pemecahan rekor heatwave di Adelaide, yang katanya ‘hottest day in 70 years.’

Heatwave sendiri didefinisikan sebagai kejadian kalo suhu maksimal di suatu wilayah itu melebihi 35C dalam minimal dalam lima hari berturut-turut atau melebihi 40C dalam minimal tiga hari berturut-turut. Coba kita lihat catatan suhu di Adelaide selama periode 26 Januari sampe 8 Februari 2009, kayak gini:

  1. Mon, 26/01 : 36.6C
  2. Tue, 27/01 : 43.2C
  3. Wed, 28/01 : 45.7C (hari ketiga paling panas yang pernah dicatat, no 1-nya 46.1C pas taun 1939)
  4. Sat, 29/01 : 41.1C
  5. Sun, 30/01 : 40.6C
  6. Mon, 31/01 : 38.8C
  7. Tue, 01/02 : 36.3C
  8. Wed, 02/02 : 33.0C
  9. Thu, 03/02 : 35.6C
  10. Fri, 04/02 : 43.9C
  11. Sat, 05/02 : 41.5C

Bisa diliat, selain catatan ‘merusak’ pas hari Rabu, heatwave di Adelaide berlangsung selama hampir 2 minggu. Kayak apa rasanya heatwave kayak gini? Artinya kalo naro telor di lapangan tenisnya Australian Open jadinya kayak gini:

telor

atau rel kereta api yang ‘meltdown’ kayak gini:

benttracks

Walaupun sebenarnya ini bukan pengalaman pertama saya ngerasain heatwave di Adelaide, Maret 2008 saya juga ngerasain heatwave 15 hari terus menerus suhu di atas 35C, tetep aja menderita. Apalagi sekarang ada Athifa, yang paling rentan sama perubahan suhu drastis kayak gini. Untungnya di unit yang sekarang ada AC-nya. Walhasil, selama 2 minggu itu Athifa bener-bener di-‘kunci’ di rumah, gak boleh keluar rumah sama sekali. Buat Athifa, ini tentu bukanlah pengalaman yang menyenangkan. Tiap kali Athifa ngeliat sandalnya, langsung aja itu sandal dibawa-bawa dan ribut minta jalan-jalan keluar. Solusinya, sandalnya Athifa disembunyiin dulu, beres…

Tentang Maman Firmansyah

Seorang pegawai yang gak jelas kerjaannya, selain apa yang disuruh atasan. Suami dari seorang istri dan ayah dari dua orang anak.
Pos ini dipublikasikan di Life in Adelaide. Tandai permalink.

2 Balasan ke Heatwave-nya Adelaide yang Minta Ampun

  1. salwa berkata:

    ..wahha seru bngt critanya,,, wahh lumyan mas penghitaman kulit gratis g prlu k salonnn …
    xixix;}
    waiting fo other experience…
    aq lg bljr tuk kenali culture ngara2 barat”’

  2. Maman Firmansyah berkata:

    Yak bener sekali, penghitaman kulit gara-gara sehari berkebun ajah belum pulih, udah ditambah lagi tanning gara-gara heatwave yang inih. Alhamdulillah-nya, saya belum ketularan mode orang sini, yang pengen kulitnya jadi coklat dengan sering berjemur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s