Alhamdulillah… Jatah Bandwith Naek Juga

quota-copy

Tentunya bukan gara-gara ada orang IT University of Adelaide yang baca postingan gue yang ini, kalo akhirnya akhirnya tahun 2009 jatah quota internet gue naek, dari sebelumnya hanya 500 MB per semester (ini setara dengan pemakaian 2.75 MB per hari) menjadi 2.000 MB (hasilnya jadi 1.95 GB, bukan 2 GB) per semester (atau setara dengan pemakaian 10 MB per hari).

Kenaikan 300% ini tentu patut disyukuri, tapi memang bukan hanya gue yang ngeluh-ngeluh soal jatah internet yang cuman seupil begitu. Gue inget, di majalah on-dit (majalah kampus) juga pernah ada semacam petisi buat naekin jatah bandwith kita. Pas pemilihan student union, atau apa lah istilahnya, ada juga kandidat yang berjanji bakal naekin jatah bandwith ini. Hasil surveynya bagian ITS Adelaide Uni sendiri menyimpulkan kalo lebih dari setengah mahasiswa yang disurvey (termasuk gue tentunya) gak puas dengan jatah internet yang cuman 500 MB per semester, dan 79% mahasiswa gak puas dengan sistem tarif kuota internet yang ada. Gabungan dari semuanya ya berupa kenaikan jatah internet yang 300% itu tadi.

Cukupkah jatah yang 2 GB itu?

Kalo kita bicara barang gratisan mah, sampe kapan juga gak akan pernah cukup kayaknya. Cuma, sebagai catatan gue terhadap kebijakan ini antara lain:

  • Kebijakan ini tetap berorientasi profit, bukan layanan. Kalo orientasinya layanan, biaya bandwith internet tentu bakal diperhitungkan dalam penghitungan fixed cost biaya kuliah per subject (dan saya yakin selama ini juga sudah). Untuk memastikan kualitas layanan koneksi internet di kampus, yang perlu dilakukan adalah membatasi akses ke situ yang gak perlu (facebook, friendster, youtube, rapidshare) atau juga membatasi koneksi kegiatan koneksi yang gak perlu (download software, download video, download musik, dll.), seperti yang selama ini diberlakukan di State Library.

Walhasil, kebijakan pembatasan jatah per hari, kayak di sini dan di sini jadi lebih masuk akal dibanding jatah internet per semester kayak di Adelaide Uni. Di Flinders Uni, jatah internet dibatasin per hari, sekitar 34 MB per hari, kalo student udah lewat jatah harian, akses internet di hari yang sama bakal dibatasin, besoknya udah normal lagi. Laen lagi di ANU, kalo student ngelewatin jatah internet hariannya, besoknya dia gak bisa lagi pake internet, tapi lusanya dia udah bisa lagi make layanan internet. Gak pake ada biaya tambahan kalo ngelebihin jatah internet. Lebih masuh akal, nyaman, dan gak ada gosip mirip miring profiteering.

  • Banyak teman yang gak peduli soal jatah benwith ini dan berargumen kalo sudah selayaknya mahasiswa kayak sayah ini punya koneksi internet di rumah sendiri, dan gak ngandelin koneksi internet di kampus. Saya sendiri sejak pindah ke unit yang baru dan gak pasang telepon fixed line, sudah mulai layanan internet 3G-nya Three dengan kuota 1 GB, per bulan bukan per semester. Hasil survey ITS yang sama juga mengindikasikan kalo 77% mahasiswa sudah punya koneksi internet broadband di rumahnya masing-masing. Logika saya, justru karena kenyataanya sebagian besar mahasiswa itu udah punya internet di rumahnya itulah makanya Adelaide Uni gak perlu bikin jatah-jatahan internet segala.

Bebaskan aja pemakaian internet di kampus, dengan pembatasan tertentu kayak di point 1, gak perlu pake ada biaya akses tambahan, toh yang bakalan make juga terbatas (a.k.a orang-orang yang gak punya koneksi internet di rumahnya doang kan?) Kuota internet malah bikin image yang gak terlalu menarik (dan orang-orang yang kurang kerjaan kayak saya jadi punya bahan buat ngeblog).

  • Daripada buang-buang duit, bisa ribuan dollar loh, di program Desktop Excellence a.k.a upgrade operating system di komputer kampus dari Windows XP ke Windows Nista Vista yang super lelet dan ngabisin hardware, mendingan juga buat layanan gratis internet, lebih terasa manfaatnya dan lebih jelas capaiannya.
  • Anyway, perlu dihargai lah upaya penambahan jatah internet ini.

Tentang Maman Firmansyah

Seorang pegawai yang gak jelas kerjaannya, selain apa yang disuruh atasan. Suami dari seorang istri dan ayah dari dua orang anak.
Pos ini dipublikasikan di Campus Life dan tag , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Alhamdulillah… Jatah Bandwith Naek Juga

  1. Salim Darmadi berkata:

    Adelaide Uni jauh lebih mending lah Mas dibandingin kampusku. Mulai tahun 2009 ini tiap student UQ punya jatah 400 MB/bulan, dari sebelumnya 200 MB (super duper fakir bandwith dong namanya), hehe…

    Tapi buat aku gak begitu ngaruh juga sih, soalnya lebih banyak ngenet di rumah. Walhasil, 30 GB/bulan (dipakai berempat) suka habis sebelum masanya, hehe…

  2. Salim Darmadi berkata:

    Duh, maaf Mas, aku bacanya kurang teliti. Iya ya, kok jadi mending UQ yah, sebelumnya 1.2 GB per semester sekarang jadi 2.4 GB per semester….😀
    Punten Mas…

  3. Maman Firmansyah berkata:

    Yap, bener sekali, mendingan UQ, 400 MB lebih banyak, he…he… 🙂

    Bayanganku sebelum dateng ke sini ya seharusnya internet di kampus itu gratis, tis.. Kan bayar kuliahnya ajah udah mahal banget begitu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s