Bukan ‘Tour de Lance’

Kalo sebagai pembayar pajak gue disuruh milih duit pajak yang gue bayar mau dibelanjain sebagai:

  1. Ngebiayain lomba balap mobil; atau
  2. Ngebiayain lomba balap sepeda?

Jawaban gue jelas: lomba balap sepeda. Adelaide punya dua event buat dijadiin studi kasus, Tour Down Under buat balap sepeda dan Clipsal 500 buat balap mobil. Dua-duanya sama-sama menarik pengunjung dan menunjang industri wisata di Adelaide, cuma buat gue jelas lebih milih Tour Down Under. Alasannya?

  • Nonton Tour Down Under itu gratis, sementara Clipsal 500 itu bayar. Jelas dan tegas kan?
  • Sepeda jelas lebih ramah lingkungan dan nonton lomba balap sepeda jelas gak berisik. Pas final stage di city, saya, istri, dan Athifa bela-belain dateng buat nonton sekalian, siapa tau, bisa ngeliat Lance Artmstrong itu kayak gimana. Pas lomba baru mau dimulai, seperti biasa Athifa malah sempet-sempetnya tidur dibawah pohon sementara Lance Armstrong dan kawan-kawan ngos-ngosan genjot sepeda di jalur balapan. Coba nyuruh Athifa tidur pas nonton balapan mobil?img_0568
  • Tour Down Under tahun 2009 ini jadi istimewa, tidak lain dan tidak bukan, karena adanya Lance Armstrong. Mantan tujuh kali juara Tour de France ini memutuskan buat come back ke dunia balap sepeda setelah tiga setengah tahun pensiun (istilahnya apaan ya? gantung pedal kali ya?) Efeknya ikut sertanya Lance ini luar biasa, penonton jadi membludak hampir dua kali lipat jumlah penonton taun sebelumnya, jumlah sepeda lalu lalang di jalanan Adelaide juga semakin banyak, fans yang sibuk ngejar-ngejar minta foto dan tanda tangan, sampe liputan pers yang gak berenti-berenti soal Lance Armstrong ini (di tiap liputan Tour Down Under di TV, bakal di bilangin: today result: 1. Allan Davis; 2. Stuart O’Grady; 3. Jose Rojas, and 29. Lance Armstrong). Untungnya, tour comeback-nya ini tidak langsung diubah jadi Tour de Lance, mengingat di posisi akhir, Lance cuma urutan 29.Australia Cycling Tour Down Under
  • Seperti halnya di Indonesia, yang orangnya jadi keranjingan maen bulutangkis kalo ada atlet Indonesia yang dapet medali emas di cabang bulutangkis di Olimpiade, adanya Tour Down Under bikin orang Adelaide jadi keranjingan naek sepeda. Jalan-jalan jadi rame sama orang yang naek sepeda, profesional ataupun amatiran, beneran hobi atau cuma ikutan tren, gak masalah. Adanya jalur sepeda khusus di sebagian besar jalanan di Adelaide juga bikin acara naek sepeda di sini jadi nyaman. Dengan segala keunggulan ramah lingkungan dan sekalian olah raga, memasyarakatkan sepeda dan men-sepedakan masyarakat seharusnya lebih digalakkan di Jakarta sana. Bersepeda di negeri tropis kayak Indonesia seharusnya bisa jadi keunggulan mengingat acara bersepeda bisa dilaksanakan sepanjang tahun, sementara di Adelaide sini praktis orang-orang hanya bisa bersepeda selama cuacanya mendukung, alias hanya bisa pas summer doang. Mau nyobain bersepeda pas winter? Silakan…Tingkat polusi di Jakarta yang sudah keterlaluan seharusnya bikin pemda, atau pun pemerintah pusat, lebih tergerak buat buat ngedorong bersepeda di Jakarta. Ada harapan buat Tour de Jakarta? atau Tour de Tangerang Selatan?

Tentang Maman Firmansyah

Seorang pegawai yang gak jelas kerjaannya, selain apa yang disuruh atasan. Suami dari seorang istri dan ayah dari dua orang anak.
Pos ini dipublikasikan di Life in Adelaide dan tag , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Bukan ‘Tour de Lance’

  1. Ping balik: 16 Bulan… « My Mind

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s