Lagi, Pemukulan terhadap Mahasiswa Indonesia…

Kembali terjadi pemukulan terhadap mahasiswa Indonesia di Adelaide. Kali ini mahasiswa riset UniSA yang menjadi korban. Gak separah kasusnya Angga yang dulu cuma tetep aja bikin gak nyaman. Kejadiannya udah dua minggu yang lalu, pertama di-blow up oleh temen di milis MIIAS. Pengurus PPIASA sendiri kebakaran jenggot karena merasa nggak dikasi tau, dan tiba-tiba di minta konfirmasi oleh PPIA pusat. Wah, gimana inih??

Akhirnya pas hari Selasa, 21/05/2008, ketua PPIA SA memberi klarifikasi atas kasus kekerasan ini lewat milis MIIAS juga. Lucunya, sampe hari Kamis, 22/05/2008, klarifikasi dimaksud gak ada kabar beritanya di situs PPIASA. Mungkin klarifikasi itu emang ditujukan terbatas ke jamaah MIIAS saja.

Berikut ini klarifikasi dari Ketua PPIASA soal kasus dimaksud:

Sebagai informasi, kami tadi sudah menghubungi rekan mahasiswa “I” beberapa saat yg lalu, dan beliau mengkonfirmasi bahwa memang terjadi kejadian pemukulan terhadap beliau di sekitar daerah Pulteney Street dekat Rundle Street tepatnya di depan Commonwealth Bank sekitar 2 minggu yang lalu.

Beliau menyampaikan amanat nya kepada kami untuk menjelaskan kejadian yang menimpa beliau agar tidak terjadi simpang siur berita yang beredar di antara sesama pelajar di Adelaide.

Berikut Kronologisnya secara umum:
Kejadian ini terjadi ketika saudara “I” pulang dari kampusnya sekitar jam 11 malam dan ketika melewati trotoar di dekat Commonwealth Bank tersebut beliau di hadang oleh 5 orang di bagian depan jalan trotoar nya dan 2 orang di belakang nya. Orang yang menghadang beliau ini rata-rata berusia 18-21 tahun karena terlihat dari wajah mereka yang masih muda dan postur mereka yang tidak terlalu besar seperti rata-rata orang Australia yang dewasa dan telah berumur.

Kejadiannya berawal saat Saudara “I” sempat di layangkan tinju lebih awal ke arah pelipisnya oleh salah satu orang yg menghadang ini, tapi untungnya beliau sempat reflek dan menghadang tinju tersebut dengan tangan nya, sehingga luka yang mengenai diatas pelipis mata beliau tersebut tidak terlalu parah atau luka ringan saja. Beliau sempat melakukan perlawanan ke orang yang meninjunya dengan melakukan tendangan ke arah selangkangan orang tersebut. Setelah melakukan perlawanan, beliau melarikan diri ke seberang jalanan karena melihat jumlah lawan yang tidak seimbang dan lansung menyetop taxi yg lewat. Sambil menunggu di dalam taxi diseberang jalan, beliau lansung menghubungi polisi dan pihak berwajib. Namun sayangnya, ketika polisi setempat datang, gerombolan anak muda tersebut sudah melarikan diri terlebih dahulu dengan berpencar-pencar ke arah yang berbeda-beda. Setelah Polisi datang beliau membuat report ke pihak polisi dan kasus ini saat ini sudah ditangani pihak yg
berwajib (kepolisian) .

Berdasarkan informasi dari beliau, setelah istirahat lebih kurang 2 minggu di rumah, beliau sekarang sudah bisa menjalani perkuliahan dan risetnya seperti biasa lagi. Lebih lanjut beliau menyatakan bahwa kejadian ini adalah murni kejadian kriminal biasa, dimana hal ini bisa terjadi di mana saja dan menimpa bagi siapa saja, karena dengan diindikasikan tidak terdapatya dialog antara pelaku dan korban sebelum kejadian pemukulan terjadi.

Dari perbincangan telepon kami dengan beliau tadi, beliau berpesan kepada kita semua agar lebih hati-hati dan lebih waspada dalam bepergian khususnya pada malam hari. Kemudian, beliau berpesan bahwa beliau tidak ingin hal ini di ‘blow up’ lebih lanjut, karena beliau beranggapan kejadian ini sudah ditangani pihak yang berwajib dan ada beberapa alasan yang menyangkut privacy beliau yang tidak ingin diketahui oleh orang banyak.

Tetapi, beliau bersedia dijadikan sebagai salah satu narasumber kami terhadap kejadian ini dalam konteks pembuatan laporan bersama kami (PPIA Pusat dan PPIA SA) yang kemudian akan kami follow up ke pihak KBRI dan pihak Adelaide City Council khususnya departemen yang mengurusi student asing/international student yaitu StudyinAdelaide. Tentunya hal ini dilakukan dengan menyamarkan dan melindungi identitas asli rekan mahasiswa I ini terlebih dahulu.
Laporan dan masukan yang akan ditujukan ke Adelaide City Council khususnya pihak ‘StudyinAdelaide’ ini adalah bertujuan secara konstruktif agar Adelaide sebagai salah satu kota tujuan favorit untuk study di Australia bisa menjadi kota yg lebih nyaman dan aman untuk International Student di masa yang akan datang.

Oleh karena itu, dengan menghormati privacy rekan mahasiswa I dan menghargai permintaan pribadi beliau, kami berharap agar kita semua tidak menyebarkan berita ini lebih lanjut/memperpanjan gnya tanpa konfirmasi dari beliau terlebih dahulu dan dengan tetap menghormati kerahasian identitas beliau.

Semoga email ini bisa menjadi acuan dan jawaban atas keingintahuan kita bersama khususnya dalam kejadian yg menimpa rekan mahasiswa I. Terimakasih atas perhatian dan kepedulian rekan-rekan semua terhadap kejadian ini dan mudah-mudahan dari hal ini dapat semakin mempererat silahturahmi kita sebagai sesama pelajar / keluarga yang berasal dari Indonesia dan sedang belajar di Adelaide pada saat ini.

Tentang Maman Firmansyah

Seorang pegawai yang gak jelas kerjaannya, selain apa yang disuruh atasan. Suami dari seorang istri dan ayah dari dua orang anak.
Pos ini dipublikasikan di Life in Adelaide. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s