Potong rambut gih!

Setelah 116 hari berada di Adelaide, rambutku sudah memberontak menuntut haknya buat dicukur. Mahalnya biaya potong rambut di Adelaide, investigasi awal menunjukkan kalo biaya cukur rambut di sini AUD$20 a.k.a Rp 170.000, menjadi pembenaran logis penundaan ritual potong rambut. Karena terbiasa potong rambut dengan biaya hanya Rp6.000 saja, biaya segitu kayaknya jadi beraaaaaat banget. 😉

Niat penundaan potong rambut hingga entar libur winter, agak terganggu ketika banyak temen yang ngomentarin rambutku. Nasha, temen ADS dari Maldives, komentar:
“You look different!”
“You mean uglier?”
I wish I could say that No, you look thinner?”
“Perhaps because I haven’t my hair cut yet?”
“I think so.”

Sebenarnya ada alternatif potong rambut gratis dari temen mahasiswa yang bisa, atau kayaknya bisa, nyukur rambut. Cuma berhubung, gue ini orangnya nggak enakan kalo minta tolong gratisan, dan juga karena takut jadi kelinci percobaan untuk memperlancar kemampuan mencukur sang teman, akhirnya gak jadi memanfaatkan relasi interpersonal gini sebagai upaya penghematan.

Setelah dikasi tau temen kalo ada tukang potong rambut yang biayanya lebih murah, $13 kalo gak pake keramas atau $15 kalo pake keramas, akhirnya telah bulat keputusan untuk potong rambut, dengan bayar tentunya. Pulang sholat Jumat, dateng ke Central Market buat potong rambut. Nunggu satu jam, akhirnya dapet juga giliran dicukur, petugasnya orang cewek asal Korea. Sebelum dicukur, dia nyuruh gue keramas dulu. Gue mikir: ini keramas yang $2 itu apa udah termasuk harga yang $13 ya? Koq keramasnya sebelum dicukur, bukannya harusnya abis dicukur baru keramas? Apa dia takut gue ketombean dan kutuan ya makanya nyuruh gue keramas duluan? 😆   (Padahal gue gak kutuan lho, kalo ketombean iyah). Kekhawatiran, terutama alesan yang terakhir, membuat gue nurut aja disuruh keramas. Cukur rambut beres, sengaja milih cukur pendek banget biar gak sering-sering balik lagi ke tukang cukur. Pas bayar, uang $50 gue cuma dibalikin $35. Berarti biaya cukur itu $15, termasuk keramas sebelum cukur tadi, kayaknya.

Selesai cukur, pulang ke rumah dan kembali kuliah.

Minggu berikutnya, komentar dateng dari Dyson, temen gue asal India, “Maman, where did you have such nasty hair cut?” Untung dia ngomong sebelum Ken, tutor Business Communication gue dateng. Soalnya, pas dateng Ken juga komentar,”Well, you have a new hair cut, Maman. Now you have the same hair style like me!!!” Persis di depan gue sama Dyson. Nah lho…

Komentar laen, dateng dari Chris, temen Aussie di tutorial Finance.
“So, it’s the first time you have your hair cut here, right?”
“Yeah, just to economize my shampoo and my hair gel…”
“I know, I just about to say that…,” rese juga ni bule.
“How much did you pay for the hair cut?”
“$15, I think it’s very expensive. It’s 30 times more expensive than in Indonesia. How much is the average cost for a hair cut, here?”
“On average we have to pay $25-$30 for a decent hair cut.”
“And you don’t think my hair cut is decent?
“Off course no. You know, I have a friend who pay $200 for a hair cut.”
Cukur rambut doang $200 (Rp1.700.000)??? Gile kali ya ntu orang? 🙂

Tentang Maman Firmansyah

Seorang pegawai yang gak jelas kerjaannya, selain apa yang disuruh atasan. Suami dari seorang istri dan ayah dari dua orang anak.
Pos ini dipublikasikan di Life in Adelaide. Tandai permalink.

3 Balasan ke Potong rambut gih!

  1. Salim berkata:

    Wah, ntar aku gimana ya? Apa kata dunia kalau diriku gondrong? Secara Salim dari sononya adalah manusia yang begitu peduli pada kerapian (halah!)🙂

  2. Maman Firmansyah berkata:

    Sebagai tindakan preventif, bikin hubungan baek sama temen di Queensland yang bisa nyukur, nanti hubungannya bisa mutualisme, atau parasitisme. 😆

  3. uci berkata:

    Hehehe…
    Lutchu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s