Arsip Bulanan: Mei 2008

Penolakan Sekolah Muslim dan Ujian “A Fair Go”

Aussie sangat bangga dengan jargon “a fair go”-nya, yang intinya tiap orang berhak dapat kesempatan yang sama dalam segala hal, tanpa membeda-bedakan ras, agama, suku, gender, dan sebagainya. Kebijakan ini sangat jelas dan digembar-gemborkan di mana-mana, termasuk di situs pemerintah. … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Life in Adelaide | 5 Komentar

Hidup Hemat di Adelaide (Pengennya…)

Selama 131 hari hidup di Adelaide, komposisi pengeluaran gue kayak gini: No Periode Akomo- dasi Groce- ries Teleko- munikasi Transpor- tasi Other Expense 1. Dwiminggu II & III 41.94% 20.91% 6.88% 4.71% 25.56% 2. Dwiminggu IV & V 48.48% 28.47% … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Life in Adelaide | 6 Komentar

Tukang Nyampah di Kamer Orang

3 hari ini blog sayah kedatengan tamu istimewa, tukang nyampah (bukan tukang sampah lho). Kalo tukang sampah berbuat kebajikan dengan membersihkan sampah yang ada, tukang nyampah kebalikannya, ninggalin sampah dalam bentuk komen yang off-topic, sampah dan sumpah serapah. Tadinya sayah … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Pribadi | 2 Komentar

Demi $1,000, Apapun…

Iklan lowongan pekerjaan di situs employment kampus (https://employment.adelaide.edu.au/) itu begitu menggoda, bayarannya. Bayangin aja, bisa dapet $1,000 (Rp 8.750.000) hanya dengan bekerja rata-rata 12 jam per hari selama 5 hari. Bayaran segitu kira-kira sama aja dengan penghasilan UMR selama 8 … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Life in Adelaide | 3 Komentar

Dokter Indonesia vs Dokter Australia

Baru-baru ini terjadi diskusi yang cukup seru di milis MIIAS seputar profesi dokter, khususnya dokter Australia dan, dibandingkan dengan, dokter di Indonesia. Dengan semangat untuk memperkaya wawasan, tidak gegabah meng-generalisasi, dan berbagi pengalaman, diskusi tersebut saya muat di postingan ini. … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Life in Adelaide | 5 Komentar

Lagi, Pemukulan terhadap Mahasiswa Indonesia…

Kembali terjadi pemukulan terhadap mahasiswa Indonesia di Adelaide. Kali ini mahasiswa riset UniSA yang menjadi korban. Gak separah kasusnya Angga yang dulu cuma tetep aja bikin gak nyaman. Kejadiannya udah dua minggu yang lalu, pertama di-blow up oleh temen di … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Life in Adelaide | Meninggalkan komentar

Potong rambut gih!

Setelah 116 hari berada di Adelaide, rambutku sudah memberontak menuntut haknya buat dicukur. Mahalnya biaya potong rambut di Adelaide, investigasi awal menunjukkan kalo biaya cukur rambut di sini AUD$20 a.k.a Rp 170.000, menjadi pembenaran logis penundaan ritual potong rambut. Karena … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Life in Adelaide | 3 Komentar