Morialta (supposed to be) Waterfalls

Bingung pas libur mid semester selama dua minggu, kepikiran lah buat jalan-jalan ke tempat wisata di Adelaide. Enaknya Adelaide tuh lengkap landscape-nya dari mulai pantai sampe dengan bukit dan pegunungan ada. Dan lebih enaknya lagi, sebagian besar bisa diakses make bus, sekali jalan dari City. Mudah dan murah, tambahan lagi hampir semua tempat wisata di sini gratis, tanpa biaya retribusi.

Temen dari Flinders Uni ngusulin, kita ke Morialta Falls & Conservation Park ajah. Kata situsnya Adelaide Metro:

Best known for its waterfalls, the park has walking trails, picnic areas and excellent views

Akhirnya diputuskan jalan hari Selasa, 15 April 2008. Dari City naek bus 104 yang jam 08.50, udah nyampe di lokasi jam 09.20. Foto-foto di pintu gerbang, terus jalan dan ketemu sama ibu-ibu lagi bawa anjingnya. Sok ramah, padahal sih takut kesasar, nanya:

“Is this the way to the Morialta Falls?”
“Yeah, it is, but I don’t think there are not any water right now.”
“Haah….???!!!!”😯😯😯

Bener juga yah, sekarang baru selesai summer dan emang di sini jarang hujan (South Australia itu state yang paling kering di Australia, sementara Australia itu benua yang paling kering setelah Artic) makanya airnya gak ada, apalagi air terjun. Gak kepikiran begituan karena kalo di Indonesia mah gak ngaruh mau kemarau atau musim hujan, yang namanya air terjun mah pasti ada airnya.

Maju terus, pantang mundur, sayang udah ngabisin tiket bus, akhirnya perjalanan dilanjutkan. Pemandangannya lumayan, dan yang jelas sih terawat. Akhirnya nyampe juga di first waterfall, dan ternyata emang bener-bener kering. Jangankan air terjun, air netes ajah gak ada. Ya sudah, makan-makan aja kita di bawah (seharusnya ada) air terjun.

Tentang Maman Firmansyah

Seorang pegawai yang gak jelas kerjaannya, selain apa yang disuruh atasan. Suami dari seorang istri dan ayah dari dua orang anak.
Pos ini dipublikasikan di Life in Adelaide. Tandai permalink.

2 Balasan ke Morialta (supposed to be) Waterfalls

  1. Sudah seharusnya kita anak bangsa Indonesia dengan segala keterbatasannya banyak bersyukur dengan anugerah alam yang so amazing tinggal memanage nya aja yang bener…kita tunggu kiprah dik maman membangun negeri ini di masa mendatang….

    Kalau ada info mengenai flinders uni ceritain dong…tentang enaknya kuliah disitu, bidang studi yang sesuai untuk kita yang dari d4, kerja sambilannya, jenis pekerjaan yang biasa diambil anak2 flinders, lingkungannya, dsb.. thanks

  2. Maman Firmansyah berkata:

    Iyah, ngebandingin Morialta Falls ini sama Curug Seribu di Bogor tentu gak ada apa-apanya. Cuma di sini apa-apa terawat, jadi enak…

    Cerita soal Flinders? Dunia itu indah kalo kuliah di Flinders, semuanya indah. Gak ada yang nggak indah. Kalo temen-temen Uni Adelaide gak sempet ngeblog karena stress kuliah, temen-temen Flinders gak sempet ngeblog karena sibuk kerja.🙂

    Temen yang dari DIV STAN rata-rata sih ngambil Master of Public Administration, soalnya di Flinders gak ada Commerce (Accounting, Finance, dsb.)

    Mahasiswa Flinders asal Indonesia biasanya ‘menguasai kerjaan bidang perkebunan (anggur, strawberry), pertamanan, nyuci mobil, masang tenda. Eh, itu berarti semuanya ya? 😆

    Soal lingkungan, mahasiswa Flinders asal Indonesia juga menguasai daerah Tonsley sehingga Tonsley berhak menyandang sebutan Kampung Melayu-nya Adelaide.

    Laporan pandangan mata saya mungkin kurang pas karena saya posisinya sebagai penonton, bukan pemain. Enaknya mungkin nanti saya kenalin sama orang Flinders aja ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s