Perang terhadap Wikipedia(?)

“Don’t you have ever dreamt to put Wikipedia as a reference of your essay,” ancam sang dosen.
“Why, mate?” yang nanya ini mahasiswa, bukan temennya si dosen.
“Because Wikipedia is free and it does not give us additional income.”😯

Dialog di atas, terutama kalimat yang terakhir pastinya imajiner. Yang bagian pertama itu bener, haram hukumnya make Wikipedia sebagai sumber referensi, alesannya: karena tiap orang bisa ngedit Wiki seenak perutnya, nggak di-edit sama ahlinya, dan besar kemungkinannya bias.

Wiki itu produk Web 2.0 yang lumayan berpengaruh, selain blog tentunya. Artikelnya aja udah nyampe 10 juta artikel, dan dibikin dalam 250 bahasa. Dan seperti halnya produk Web 2.0 lainnya, gak kurang-kurang kritik dan perang sama Wiki. Kalo blogger sering dijelek-jelekin sama Roy Suryo, Wiki juga gak luput dari kritik. Dosen gue salah satunya. Belum lagi kata Dr. Gizmo, “Wikipedia is an online encyclopedia that allows anyone, regardless of qualifications, to write an entry or revise what someone else wrote. The doctor finds this ridiculous. That’s not an encyclopedia; it’s graffiti. Unfortunately, Wikipedia is easily accessed on the Internet, which makes it an easy source of misinformation for kids doing homework.”

Gue malah setuju sama pendapatnya Joe , kritik terhadap Wikipedia musti didasarkan sama pemahaman tentang apa itu Wikipedia, gimana cara kerjanya Wikipedia, dan apa tujuannya Wikipedia itu sendiri. Beberapa hal mendasar tentang Wiki yang perlu diketahui (karena bisa jadi situ emang belum tau):

  • We can’t actually change anything in Wikipedia…

Kita nggak bisa seenaknya mengganti sesuatu di artikel Wikipedia. Wikipedia itu kumpulan database yang didesain untuk menyimpan setiap perubahan yang terjadi atas suatu artikel. Kalo mau tau, cek aja history yang ada di setiap artikel. Wiki punya system administrator yang bakal ngecek perubahan apa aja yang udah terjadi sama satu artikel, dan punya wewenang untuk mengembalikan artikel ke kondisi awal sebelum di-edit sama seseorang. Kalo mau nyoba, coba aja edit salah satu artikel di Wiki, isi pake data yang salah, tunggu sampe berapa lama si artikel di edit ulang sama sang admin.

  • Wikipedia care deeply about the quality of our work.

Wikipedia punya sistem pengendali mutu yang lumayan lengkap. Ada administrator dan editor yang memantau setiap perubahan artikel yang terjadi, memantau topik-topik tertentu di internet, melacak kontribusi dari masing-masing user, melaporkan vandalisme, mendiskusikan kualitas dari artikel-artikel yang ada, dan juga tugas-tugas laen. Hebatnya, mereka melakukan semua itu tanpa dibayar.

  • Wikipedia do not expect us to trust them.

Wiki nyadar banget koq, sebagian artikelnya emang punya kualitas tinggi dan sejajar dengan ensiklopedia laen, tapi sebagian artikel laennya emang ‘complete rubbish.’ Makanya dibilangin, jangan bikin Wikipedia jadi sumber rujukan utama atau dijadikan dasar buat pengambilan keputusan.

  • Wikipedia are only collectors.

Artikel di Wiki emang gak punya kejelasan siapa yang nulis, entah itu profesor, entah itu praktisi, pengangguran, atau bahkan bukan siapa-siapa. Bagian ini yang banyak menuai kritik. Gue pribadi gak terlalu mempermasalahkan masalah anonymous ini. Bagi gue, informasi itu bukan buat ditelen bulet-bulet koq. Kita emang perlu cross check, baca sumber laen, dan selalu berpikir kritis. Yang jelas sih emang Wiki punya sistem yang meminta referensi (citation) untuk bagian tertentu di artikelnya.

So, kesimpulannya gimana?

Kita musti memperlakukan Wikipedia sebagaimana adanya, sebagai sumber informasi. Jangan berharap terlalu banyak , dan jangan percaya begitu aja, cross check dengan sumber laen. Ikutin semua hyperlink yang terkait dengan artikel.

Perang sama Wiki? Kayaknya sih gak pas ya? Kalo emang situ ngerasa kalo artikelnya salah, ya silahkan berkontribusi, benerin tuh artikel. Upaya memperkaya ilmu pengetahuan secara gratis seperti apa yang dilakukan oleh Wikipedia perlu dapet penghargaan dan dukungan, dan bukannya cercaan dan hinaan.

Tapi ya emang bener juga sih dosen gue, nggak mungkin nyantumin wiki di reference list essay kita. Bisa dapet Pass (50-64) aja tuh!

Tentang Maman Firmansyah

Seorang pegawai yang gak jelas kerjaannya, selain apa yang disuruh atasan. Suami dari seorang istri dan ayah dari dua orang anak.
Pos ini dipublikasikan di Campus Life. Tandai permalink.

2 Balasan ke Perang terhadap Wikipedia(?)

  1. monica.christy berkata:

    bener banget mas.lecture gw juga ngelarang make wikipedia as reference or resource,soalny ke akuratan nya cukup dipertanyakan.bukan begitu?

  2. Maman Firmansyah berkata:

    Setuju, kalo buat academic purpose jelas Wikipedia gak cukup sahih buat di-reference, kalah kelas sama refereed academic journal. Tapi kalo cuma buat sebatas pengen tau secara minimal, atau mau liat garis besar suatu masalah, gak masalah pake Wikipedia. Asal jangan lantas percaya membabi buta sama Wikipedia ajah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s