Malesnya Kuliah Foundation Course

Di ruang tuorial,

Tutor : Any of you from accounting background?
Beberapa tangan teracung, termasuk gue.

Tutor : What are you doing here? This course is designed for a non-accounting background students. Any of you also CPA?
Kali ini gak ada yang ngacung.

Tutor : Any of you chartered-accountan?
Kembali, beberapa tangan teracung, termasuk gue.

Tutor : You should then stand in front of the class and teach me, anyway!

Dan begitulah, gue belajar mata kuliah Accounting Essentials for Decision Making, bukunya pake Accounting – what the numbers mean? Mata kuliah dan textbook ini didesain buat kuliah dengan mahasiswa dengan background non-Accounting dan emang tidak didesain buat jadi Accountant.

Gak ada yang salah sih, yang jelas sih gue belajar Accounting lagi bener-bener dari awal dan dasar, dengan tingkat kesulitan yang bahkan lebih rendah dari mata kuliah Pengantar Akuntansi I waktu semester I di STAN dulu.

Di mata kuliah Foundation lainnya, gue belajar Principles of Finance, buku yang dipake Fundamentals of Financial Management, Brigham and Houston. Mata kuliah ini sama persis plek-plek sama Manajemen Keuangan di Semester III dan IV di STAN dulu, cuma beda bukunya ajah, isinya sama. Pas D-IV malah udah dapet Seminar Manajemen Keuangan, buku yang dipake malah udah lebih keren, pake Brealey and Myers.

Terus ngapain udah jauh-jauh dari Jakarta ke Adelaide cuma buat belajar ngitung-ngitung lagi? Itulah repotnya, di sini sebenarnya kenal mekanisme Advance Standing buat mata kuliah yang udah diambil di kuliah sebelumnya. Sayangnya, hanya lulusan dari universitas Australia ajah yang bisa dapet Advance Standing ini. Lulusan universitas dari negara laen, gigit jari ajah. Universitas tentunya tidak mau melewatkan opportunity income dari bayaran kuliah, dong?

Jadi paling pinter di kelas dong? Udah gitu ujian tinggal merem aja dong?

Ya, nggak juga sih. Kan udah dibilang, efek dari kuliah ngejar nilai itu, dulu pas belajar masih belum jelas, sekarang malah sudah lupa sama sekali, he..he…

Tentang Maman Firmansyah

Seorang pegawai yang gak jelas kerjaannya, selain apa yang disuruh atasan. Suami dari seorang istri dan ayah dari dua orang anak.
Pos ini dipublikasikan di Campus Life. Tandai permalink.

5 Balasan ke Malesnya Kuliah Foundation Course

  1. Ping balik: Kerja sambil kuliah atau kuliah sambil kerja? « My Mind

  2. zidanie berkata:

    Yah, sayang banget A’.. padahal kesempatan emas ituh ditawarin jadi tutor accounting di universitas ranking 62 dunia.. I know, I know.. pasti karena masih belom boleh kerja part-time ya ama ALO. Coba semester depan ada tawaran kayak gini, pasti gak disia-siakan ama Kang Maman😀

    (jadi mendambakan diundang jadi tutor mahasiswa D3 STAN yang mau ujian semesteran.. sayang ga pernah dipercaya lha wong IP dan tampang jauh dari memuaskan.. hehe)

  3. Maman Firmansyah berkata:

    Waduh, Mas Dani… sang tutor tuh bukannya nawarin ngajar, beliau justru kesel ngapain ada orang Accounting di tutorialnya dia. Nanti kalo dia salah ngomong kan ketauan…

  4. Ping balik: (Dendam) Les tambahan « My Mind

  5. Student berkata:

    Wah enaknya kuliah di luar negeri ya🙂 Apakah kuliah di LN itu lebih sulit atau sama saja tergantung uni dan kitanya masing2 ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s