Adelaide Gak (lagi) Aman?

Setelah kejadian pemukulan Angga, banyak orang yang khawatir soal keamanan buat mahasiswa asing, terutama Asia di Adelaide. Ada temen yang gak jadi, minimal ragu, buat milih Adelaide buat tempat kuliahnya entar.

Update terbaru dari Mas Agung malah nambahin kekhawatiran ini. Dalam e-mailnya, Mas Agung nulis:

Sebagai sesama saudara muslim, kami hanya menghimbau untuk berhati-hati terutama berjalan-jalan disekitar Pusat Kota Adelaide terutama menjelang malam, karena akhir2 ini terjadi peningkatan gejala2 Negatif terhadap pendatang/orang asing, Hal ini di alami secara beruntun dalam minggu ini oleh beberapa teman2 indonesia di payneham.

Pada tgl 17 Maret 2008, jam 21:05, sepulang bekerja saya menunggu bus, di W2 di King William Street, tepat berseberangan dengan Metro Adelaide Centre atau dibatasi jl.Currie st. Pada saat itu di halte bus ada 3 orang India dan saya sendiri, kemudian dengan kejadian yang sangat mendadak, datang dua orang Australian Bule (Kelihatanya Orang Baik2) dan nampaknya tidak mabuk, Langsung datang ke Arah 3 orang india tersebut dengan Meneriaki kata2 yang tampaknya melecehkan Pendatang (Asia), secara reflek saya menengok, kemudian temannya melepaskan Pukulan ke Arah saya dan Mengenai Kaca di Halte Bus tsb dengan sangat kerasnya. Kemudian 2 orang Australian bule tersebut pergi berlalu, tanpa ada rasa bersalah. 3 orang india tsb & Saya merasa Kaget, Shock, dll….Karena tidak kenal, Nggak Tahu Ujung Pangkalnya Langsung mendapat Intimidasi secara Mendadak….

Kejadian ini sangat membuat saya, shock… sehingga saya merasa Adelaide tidak seindah ketika saya datang 8 bulan yang lalu….. Apalagi hal ini terjadi 1 minggu setelah teman kami (Angga) menjadi korban rasisme, dimana kabarnya pelaku telah dibebaskan dengan uang jaminan (Tahanan Kota)

Berselang 2 hari sebelum, kejadian yang saya alami, Salah seorang Teman kami di payneham, Ibu Ati dan suaminya berjalan di North Terrace menjelang Magribh, dengan membawa belanjaan penuh di tangan kiri dan kanan sehabis belanja di Woolworth Rundle Mall, ketika berjalan berdua (Ibu Ati & suami) secara mendadak Datang seorang Australian Bule dengan sengaja Menyikut Dada suami ibu ati tersebut, kemudian pergi berlalu begitu saja. Menurut pengakuan suami Ibu Ati tersebut Dadanya Terasa amat sakit, walaupun ketika sudah sampai di rumah (Payneham)

Nampaknya kejadian beruntun yang kami alami (warga payneham), semoga membuat kita semua lebih berhati2….

Hindari jalan sekitar CBD adelaide, terutama menjelang malam, usahakan, tidak pergi sendirian, Tetap Bertawakal Kepada ALLAH SWT.

Masalahnya, perlu gak sih khawatir?

Buat orang yang terlanjur di Adelaide, kayak gue, tentunya :

  • Khawatir berlebihan tentu gak perlu, waspada mungkin iya.
  • Memahami dan meyakini bahwa risiko kekerasan itu bisa terjadi di mana aja di muka bumi ini. Adelaide, minimal menurut saya, jauh lebih aman dari Jakarta misalnya. Naek kendaraan umum di sini tenang, ngeluarin laptop aja berani gue, apalagi kalo cuma henpon.
  • Sebagian kekerasan yang terjadi karena pengaruh minuman keras, jadi hindari tempat-tempat orang-orang ngumpul dan minum-minuman keras. Rundle Mall pas malem, Hindley St, pokoknya tempat kehidupan malem pasti berisiko.
  • Hindari keluar malem kalo gak perlu-perlu banget. Mahasiswa Indonesia di sini, biasanya yang keluar malem itu kalo nggak nyari kerjaan tambahan ya buat ke pub. Dua-duanya gue gak ngelakuin, jadi sementara ini masih terhindar dari risiko.
  • Kalo bisa jalan bareng sama temen, jangan keluar sendirian.

By the way, kehidupan di Australia emang lagi susah, inflasi gila-gilaan, suku bunga naek, nyari rumah susah, nyari kerja susah. Seperti biasanya, mental orang lokal, atau yang merasa orang lokal, adalah males dan ngerasa dia lebih berhak sama bantuan pemerintah dan lapangan pekerjaan yang ada daripada imigran-imigran yang baru dateng. Kebetulannya, imigran yang deras dateng ke Adelaide itu asalnya dari China, dan berikutnya India. Imigran-imigran ini rebutan kerjaan sama orang bule lokal. Makanya orang-orang bule itu kesel sama orang Asia.

Kalo ngeliat kondisinya kayak gitu, sebenarnya orang-orang bule itu gak perlu khawatir sama orang Indonesia dong? Kan kita cuma kuliah di sini? Gak bakalan jadi migran ke sini dan ngerebut kerjaannya mereka?

Siyalnya, orang-orang bule itu nggak mau tau, yang penting orang Asia, gak mau tau kalo kita itu orang Indonesia, Vietnam, Malaysia, dan sebagainya. Dan masalahnya juga, ternyata mahasiswa Indonesia itu ternyata kerja juga, di kebun anggur, di kebun strawberry, tukang cuci mobil, cleaning service, jadi penjaga toko, nganterin junk mail, dan laen-laen. Tanya aja mahasiswa Flinders, mereka pasti tau banget soal beginian.

Jadi, gak salah dong kalo bule kesel sama orang Indonesia?

Tentang Maman Firmansyah

Seorang pegawai yang gak jelas kerjaannya, selain apa yang disuruh atasan. Suami dari seorang istri dan ayah dari dua orang anak.
Pos ini dipublikasikan di Life in Adelaide. Tandai permalink.

4 Balasan ke Adelaide Gak (lagi) Aman?

  1. zidanie berkata:

    Ya, ya.. tapi harusnya mereka ga boleh kesel ama mahasiswa AusAID di Adelaide Uni yang baru semester pertama.. kan ga ada yang kerja toh??😛

    Saran:
    1. ALO diminta bikin pengumuman di media-media Adelaide bahwa mahasiswanya ga ada yang ngerebut lahan pekerjaan orang Australia..
    2. Pasang student card di leher biar semua orang yang ketemu tau bahwa kita ga macem-macem di negeri ini..
    3. Rambutnya dicat semu pirang aja biar disangka orang lokal..
    4. Kalo masih ada kekerasan juga, terpaksa ngusulin ke Adelaide Uni supaya sisa credit points yang harus diambil ditransfer aja ke UI trus kita nerusin kuliah di Jakarta aja secara off-campus..😛

    Resikonya:
    1. Mungkin ALO bakalan ngelarang semua AusAID student untuk kerja part-time sampe mereka lulus kuliah..
    2. Rumah Barbie lagi-lagi cuma jadi kenangan..
    🙂

  2. Maman Firmansyah berkata:

    Saran 1-3 tidak menguntungkan secara performa fisik di hadapan publik.

    Saran 4 fine-fine ajah selama sisa kontrak scholarship ADS-nya di-cash-kan, dan boleh dibawa pulang ke Indonesia (then, wellcome hundreds of rumah Barbie…). Possibility, zero.

  3. Wah dik Maman dapet gelar baru neh Si Rumah Barbie..he he…

  4. Maman Firmansyah berkata:

    Wah, gitu ya? Padahal rumah Barbie-nya masih unrealized lho…, jadi mustinya belum boleh di-disclose di mana-mana ya? Tapi nggak papa, lah, biar keren juga…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s