It’s a Cultural Thing

QF 747, Sydney to Adelaide – 14 January 2008…

Perjalanan pesawat kedua, setelah sebelumnya transit di Sydney. Sitting next to me, seorang wanita yang, secara sepintas mata, overweight. Beratnya sekitar 120 kg. Pas dia mau duduk, itu seat belt udah dilonggarin full, itu pun tetep gak bisa dipake. Dengan penuh perjuangan, dia berusaha membenamkan tubuhnya di kursi kelas ekonomi Qantas. Akhirnya dia berhasil, dengan gue yang kejepit di samping jendela. 50% of Australian are overweigtht and I’ve proven the claim when the first day I’ve been here, thank god!

My cultural experience hasn’t ended, yet… In the middle of the flight, the woman blew her nose, dengan santainya. Tidak ada yang salah dengan bersihin idung elo kalo lagi flu, bagi orang Australia tentunya. Bagi orang Indonesia kayak gue, jelas … JOROK DAN MENJIJIKAN.

Barbara, my Australian cross culture teacher, explain-briefly:

Barbara : “In Australian culture, there’s no need to go to the toilet just to blow your nose. You can do that, anywhere, everywhere. “

Students : “What?”

Walaupun sudah dapet pelajaran itu, tetep aja gue shock dengan pengalaman ini. Yah, ini memang hanya masalah perbedaan budaya. Apa-apa yang jadi biasa di Indonesia, belum tentu biasa di Australia. Begitu pula, sebaliknya.

Menurut Barbara, beberapa perbedaan budaya antara Indonesia sama Australia, antara lain

  • Kebalikannya sama blow your nose yang gak masalah, sniffing malah gak disukai sama Ozzie.
  • Ozzie gak suka orang cracking finger di depan mereka.
  • Ozzie memanggil semua orang dengan nama depan tanpa pake embel-embel ‘Sir’ atau ‘Bapak’, gak peduli lecturer, tutor, bahkan Vice Chancellor.
  • Ozzie gak suka kalo orang berkunjung ke rumah mereka tanpa pemberitahuan, terutama pada hari Minggu.
  • Indonesian suka ngangguk-ngangguk ngasih persetujuan untuk sesuatu yang tidak mereka setujui.
  • Ozzie gak suka kalo orang dateng telat ke kelas (pertemuan), udah gitu ngasih alesan kenapa telat.

Tentang Maman Firmansyah

Seorang pegawai yang gak jelas kerjaannya, selain apa yang disuruh atasan. Suami dari seorang istri dan ayah dari dua orang anak.
Pos ini dipublikasikan di Life in Adelaide. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s