Lagi, Laporan Sakit

Seperti halnya postingan yang ini, postingan ini pun menceritakan soal perjalanan kehidupan yang terkadang tajam dan berliku-liku, halah..,

Seminggu ini gue sakit tifus, typhoid fever. OK,…OK emang lebih keren kalo dibandingin sakit mata kemaren.

Penyakit ini gara-garanya si bakteri salmonella typhi. Hasil tes darah, Widal Test, kemarin nunjukkin hasil kayak gini:

Salmonella typhi O : positive 160
S. paratyphi O-A : negative
S. paratyphi O-B : positive – 320
S. paratyphi O-C : positive – 160

Salmonella typhi O : positive – 160
S. paratyphi O-A : positive – 320
S. paratyphi O-B : positive – 160
S. paratyphi O-C : positive – 320

Kata dokternya, kali ini dia gak pake kawat gigi, sakit gue udah cukup parah juga ngeliat angkanya yang udah nyampe 160 sama 320. Biasanya, kalo baru awal gejala tifus sih angkanya baru 80. Nah, lo! Kemana aja lu, tu bakteri dibiarin berlipat ganda begitu?

Ceritanya begini:

Hari Kemis, gue ngajar di Binus, biasa sampe jam 10 malem. Sorenya pas makan pecel ayam emang udah mau flu, makanya gak jadi pesen es teh manis. Pas ngajar udah bersin-bersin. Malemnya, gue tidur di depan tivi di ruang depan dengan niat mulia biar istriku gak ketularan flu.

Besok Jumatnya, dibangunin pagi buat sarapan, kepala pusing plus demam. Istri bujukin biar gue gak ngantor dulu. Awalnya pura-pura gak mau, padahal dari hari Senin emang udah diniatin hari Jumat gak masuk, soalnya atasan lagi pada Raker semua ke Bogor. Rencananya, Jumat siang ini mau nonton Pirates of The Carribean 3: At World’s End sama istri. Kayaknya, rencana masih bisa berjalan lancar asal gue istirahat lagi, paling siang nanti udah mendingan. Mudah-mudahan.

Ternyata, rencana tinggal rencana, gue terkapar. Seharian gak bisa bangun, suhu tubuh nyampe 39 derajat celsius. Anjrit, tinggi pisan euy! Sori ya, Jack Sparrow kita ketemunya entar-entaran aja. Sorenya, gue ke dokter keluarga (-nya istri). Dikasi Intunal-F, buat flu, Ponstan, buat pegel-pegel, sama Baquinor Forte, yang ini antibiotik.

Tiga hari minum obat plus istirahat, diselingi ngajar sekali, gue gak nambah sembuh. Sampe Senen, masih suka keringet dingin, makan juga masih gak enak. Akhirnya ya itu tadi, pas Selasa periksa darah dan keluar hasil kayak tadi. Dan, sampe sekarang gue belum ketemu sama Jack Sparrow, hu…hu…

OK…OK Keira Knightley-nya emang lebih penting.

Sebagai penderita tifus yang baik, gue dituntut untuk istirahat total, bed rest dan makan bubur doang. Sampe sebatas itu, gue sih fine-fine ajah tapi yang paling menderita adalah: gua harus minum kapsul cacing.

What? Obat cacing?

Bukan obat cacing, itu mah Combantrin. Ini mah kapsul sari cacing tanah, merk-nya Vermint, di labelnya aja di tulis:
Komposisi:

Lumbricus Rubellus 250 mg

Selidik punya selidik, lewat google, ternyata itu jamu produsennya punya situs juga di sini. Lumayan lah, kalo nanti ada apa-apa sama gue abis minum jamu cacing udah jelas siapa yang bakal dituntut.

Gue kan orangnya penyayang binatang, bukan pemakan binatang melata begitu, makanya agak gimana gitu… kalo tiap hari musti nenggak 1,5 gr sari cacing tanah kayak gitu.

Tapi, berhubung ada satpam, baca-istri, yang ngawasin minum tu cacing akhirnya habis juga satu botol kapsul, isinya 30 kapsul. Berarti selama sakit, gue udah minum sari kapsul sebanyak 30 x 250 mg = 7,5 gr sari cacing tanah, yang tak bisa kubayangkan berapa banyak cacing tanah yang rela berkorban demi kesembuhan gue.

Akhirnya gue sembuh juga. Berkat jamu sari cacing? Wallahu A’lam.

Ini situs-situs bagus kalo mau nyari tau tentang demam tifus:
1. E-Medicine
2. A Comparative Study of Typhidot and Widal Test in Patients of Typhoid Fever
3. Wiki;
4. Answer.com

Tentang Maman Firmansyah

Seorang pegawai yang gak jelas kerjaannya, selain apa yang disuruh atasan. Suami dari seorang istri dan ayah dari dua orang anak.
Pos ini dipublikasikan di Pribadi. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Lagi, Laporan Sakit

  1. Cahya berkata:

    Kemarin ada tuh keluhan tuh, Nulipara G0P0A0 dg. Tifus & App. terus konsumsi Vermint –> galactorrhea.

    Nah… walau belum yakin asal galactorrhea’na dari akibat konsumsi vermint, tapi karena siklus bulanannya normal. Ada dua hal yang aneh, siklus normal & galactorrhea.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s