jump to navigation

Daylight Saving Time yang membingungkan April 20, 2008

Posted by Maman Firmansyah in Life in Adelaide.
add a comment

Tulisan ini udah lama mengendap di draft tulisannya WordPress dan karena berbagai kesibukan baru sekarang bisa kelar dan diposting. Siyalnya pas diposting udah gak aktual lagi karena Daylight Saving Time (DST) di wilayah South Australia udah lama kelar. Biarin ajah, yang penting ada postingan, he…he… :lol:

Emang DST tuh apaan sih?

Gini lho, buat orang-orang yang ada di belahan bumi utara sama bumi Selatan, pas musim panas tuh matahari lebih cepet nongolnya dan lebih lama tenggelamnya. Walhasil, siang itu jauh lebih panjang daripada malemnya. Buat orang di sekitaran khatulistiwa kayak gue tentu aja heran. Sebagai perbandingan, di Adelaide sini tanpa DST pas summer (10 Desember, misalnya) matahari terbit jam 4.54 (shubuh itu jam 03.09 pagi) pagi dan tenggelam jam 19.22.

(lagi…)

Negara Paling Bebas April 20, 2008

Posted by Maman Firmansyah in Life in Adelaide.
add a comment

Gak seperti dalam bayangan banyak orang, di mana negara-negara Barat, termasuk Australia di dalamnya, segalanya bebas. Sebenarnya nggak juga. Menurut gue malah, Indonesia itu negara paling bebas yang pernah gue tahu (karena emang baru tau tiga negara). Di sini aturan serba jelas, bahkan untuk urusan yang menurut kita malah remeh dan gak penting. Jelas di sini maknanya, aturannya ada, semua orang tau dan taat, pas ada yang ngelanggar pasti kena hukuman. Pas orientasi di kampus, gue udah diingetin,’Don’t underestimate the ability of government to fine you!’ :)

Sementara di Indonesia, aturannya gak jelas (untuk hal-hal yang gak perlu diatur malah diatur, sebaliknya untuk hal-hal yang perlu diatur malah gak ada aturannya), kalo pun ada aturannya orang-orangnya malah pada semangat buat ngelanggar aturan (‘Aturan itu ada buat dilanggar’, katanya), dan government pun gak punya nyali dan niat buat bikin efek jera. Lengkap sudah…

(lagi…)

(Asyiknya) Analisis Kunci April 20, 2008

Posted by Maman Firmansyah in Campus Life.
1 comment so far

Dulu pas zamannya kuliah di STAN, mata kuliah yang paling sering gue ambil adalah mata kuliah ALK, alias Analisis Kunci. Ceritanya begini, mata kuliah Keahlian (MKK) di STAN tuh rata-rata itung-itungan, dari mulai Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajemen, Manajemen Keuangan. Semua MKK itu juga pake textbooks Bahasa Inggris, gak pake terjemahan. Entah darimana asal muasalnya, untuk setiap textbook yang dipake itu pasti aja ada kunci jawabannya, lengkap untuk tiap bab dalam bentuk hardcopy, atau bahkan softcopynya.

Ketersediaan textbooks, plus kunci jawabannya, bikin pola belajar gue selama di STAN rada unik. Dateng kuliah, ngedengerin kuliahnya dosen, dengan berbagai kualitas dari mulai mencerahkan, membingungkan, sampe meninabobokan. Kalo ada PR, dan pasti ada PR, gue kerjain dengan nyontek dari si kunci jawaban yang tersedia. Nah, menjelang ujian (range-nya bisa sebulan atau bahkan beberapa hari atau jam sebelum ujian) tinggal dianalisis tuh soal-soal di textbooks, dan diliat jawaban yang benernya di Kunci Jawaban yang tersedia, dan oooh… gini toh cara ngejawabnya… Hasilnya? Alhamdulillah lulus juga dari STAN. 8-)

(lagi…)