jump to navigation

New Edition of Text Book: Silly Februari 29, 2008

Posted by Maman Firmansyah in Campus Life.
3 comments

During my undergraduate education, I have never forcibly buy a text book. As a government funded college, STAN provided me with (almost) all text book which were used during the college. Some people, including me, decided to voluntarily buy a text book (99% of them were Indonesian translation edition from our English text book). So, I’ve never experienced the hurt feeling of buying expensive text book.

Nowadays, the story is different. As an AusAID student, (I admit that) I’ve got enough money to buy a (new) textbook. However, during the beginning of my study, I have to spent money , as follow:

  1. Fundamentals of Financial Management, Brigham et al., newest edition (11th Ed.) cost me $170 (Anjrit…itu buku harganya Rp 1.400.000, ngelebihin UMR-nya Jakarta yang cuma Rp 900 ribuan).

Transportasi Umum di Adelaide Februari 25, 2008

Posted by Maman Firmansyah in Life in Adelaide.
2 comments

Buat gue yang dateng dari Jakarta – kota tanpa perencanaan, macet dimana- mana, transportasi umum bobrok dan tidak terintegrasi – transportasi umum di Adelaide adalah impian. Intinya, transportasi umum di Adelaide, ada

  • Bus, rata-rata bisnya pake AC dan bagus-bagus;
  • Tram;
  • Oban, yang ini mirip busway di Jakarta;
  • Kereta.

(lagi…)

Panduan Gak Guna Sebelum Milih Uni di Australia Februari 25, 2008

Posted by Maman Firmansyah in Life in Adelaide.
19 comments

Buat yang berkesempatan milih tempat kuliah di luar negeri, beberapa alasan orang-orang milih kuliah di Australia, katanya:

  • Australia relatif lebih deket, jadi kalo yang mau pulang pergi (pas liburan, tentunya) lebih murah dan gampang. Begitu juga kalo mau bawa keluarga, dan (atau) ditengokin sama orang tua, biaya yang dikeluarkan relatif lebih ringan daripada, say it, ke Jepang, USA, atau Eropa.
  • Kualitas universitas di Australia, setidaknya berdasarkan peringkat dunia dari Times Higher Education atau ARWU, bagus.
  • Jumlah lembaga pendidikan di Australia terbatas dan telah ter-standardisasi. Bisa dibilang, gap yang ada diantara universitas yang ada di Australia gak terlalu jauh. Universitasnya aja cuman ada 39 universitas, kalo dibandingin sama di USA, yang ada ribuan, apalagi sama Indonesia yang gak jelas jumlahnya, dan juga kualitasnya. Orang bilang, di USA itu kita bisa nemuin Universitas yang paling bagus, dan juga yang paling gak bagus. Laen sama Australia yang gampang ngecek universitas tertentu gimana kondisi dan kualitasnya. Kalo pake ranking-nya ARWU, 17 dari 39 universitas di Australia masuk ke Top 500, dari segi persentase rata-rata itu bagus.
  • Pendidikan (dan international students) adalah bisnis besar bagi Australia, jadi mereka mengelolanya dengan serius. Asal situ punya duit, situ pasti dilayanin dengan baik.

(lagi…)

S2 Luar Negeri, Perlu Gak Sih Februari 25, 2008

Posted by Maman Firmansyah in Life in Adelaide.
1 comment so far

Perlu diperhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Kalo situ anaknya orang kaya, bokap punya banyak perusahaan-yang bakal diwarisin, punya banyak uang buat diabisin di negeri orang, jawabannya IYA. Sekolah aja ke luar negeri, S1, S2, S3, Post Doc. Sekitar 40.000 anak orang kaya di Indonesia- pengusaha licik, koruptor, pejabat- sekolah di Australia. Kalo situ gak masuk ke kategori ini, terusin ke pertanyaan selanjutnya…
  2. Kalo ada yang mau bayarin situ kuliah di luar negeri, entah itu atasan, kantor, kedubes, perusahaan asing, kenalan di luar negeri, maka jawabannya juga IYA. Kalo kagak ada yang mau bayarin situ, entah karena emang situ gak gaul ato emang kagak layak dapat beasiswa, ya kayaknya situ emang musti bersabar buat kagak kuliah di luar negeri. Kumpulin aja duit, terus kuliah di dalem negeri, sama aja koq, gak ada bedanya. Jangan pernah kepikiran buat kuliah di luar negeri pake duit sendiri, nabung atau jual-jual barang. Pokoknya jangan, deh. Gak worth!

(lagi…)

It’s a Cultural Thing Februari 25, 2008

Posted by Maman Firmansyah in Life in Adelaide.
add a comment

QF 747, Sydney to Adelaide – 14 January 2008…

Perjalanan pesawat kedua, setelah sebelumnya transit di Sydney. Sitting next to me, seorang wanita yang, secara sepintas mata, overweight. Beratnya sekitar 120 kg. Pas dia mau duduk, itu seat belt udah dilonggarin full, itu pun tetep gak bisa dipake. Dengan penuh perjuangan, dia berusaha membenamkan tubuhnya di kursi kelas ekonomi Qantas. Akhirnya dia berhasil, dengan gue yang kejepit di samping jendela. 50% of Australian are overweigtht and I’ve proven the claim when the first day I’ve been here, thank god!

My cultural experience hasn’t ended, yet… In the middle of the flight, the woman blew her nose, dengan santainya. Tidak ada yang salah dengan bersihin idung elo kalo lagi flu, bagi orang Australia tentunya. Bagi orang Indonesia kayak gue, jelas … JOROK DAN MENJIJIKAN.

(lagi…)

Start Writing…again Februari 15, 2008

Posted by Maman Firmansyah in Life in Adelaide.
2 comments

Having been in Adelaide for one month, and I’ ve never written anything. Poor me…
So, let’s start by writing something that I remembered for the last month. Seingetnya tentunya, and off course with ‘Indonesian salad language’ – bahasa gado-gado maksudnya…

Sunday, 13 January 2008 : Leaving (Jakarta) on the Jet Plane

Setelah berdebat tentang tidak perlunya diantar ke bandara, akhirnya diantar juga ke Soekarno Hatta, 16.00 WIB. Naek mobil jemputannya pakde Narto. Gue, istri (tentunya), Athifa, mertua (Bapak dan Ibu), Danang, dan Om Harto. Ikutnya Om Harto was a surprised, proudly I think because he was cared of me, but then I realized that my father in law asked Om Harto to accompany him. Off course. .. Again, poor me. Kege-eran..

(lagi…)